RESUME BELAJAR MENULIS PERTEMUAN PERTAMA (1)
RESUME
BELAJAR MENULIS PERTEMUAN PERTAMA (1)
HARI
: RABU, 14 OKTOBER 2020
NAMA : DEWI
INSTANSI : SMP NEGERI 142 JAKARTA BARAT
PUKUL
: 19.00-21.40 WIB
MODERATOR : RAIMUNDUS
BRIAN PRASETYAWAN
NARASUMBER : Dra. SRI SUGIASTUTI, M.Pd. (IBU
KANJENG)
YAKIN
PASTI BISA MENULIS
Dengan mengucapkan
Bismillahirrohmanirrhim.
Assalammu’alaikum
warohmatullahi wabarokatuh.
Malam ini, Rabu tanggal
14 Oktober 2020, tepatnya pukul : 19.41. Kegiatan belajar menulis gelombang 7
dimulai dan dibuka oleh moderator. Moderator malam ini adalah Bapak Raimundus
Brian Prasetyawan.
Kegiatan belajar
menulis malam ini merupakan pertemuan yang perdana atau pertama (1) kalinya saya
ikut bergabung dalam kegiatan belajar menulis gelombang 7. Menurut Pak Brian kegiatan
belajar menulis ini, dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama yaitu pemberian materi
oleh narasumber. Dan sesi kedua yaitu untuk kegiatan tanya jawab antara peserta
dengan narasumber.
Kegiatan belajar menulis
malam ini kedatangan seorang narasumber yang sangat hebat dan luar biasa, sehingga
dapat menjadi motivator, inspirator hebat yang membangkitkan semangat gairah kita
untuk menulis. Secara selama ini saya takut kalau mendengar kata menulis.
Narasumber malam ini
adalah Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd., atau lebih akrab disapa Bu Kanjeng.
Beliau adalah seorang motivator, inspirator hebat, yang telah membangkitkan
semangat saya untuk mengikuti belajar menulis.
Setelah saya ikuti
kegiatan pembelajaran malam ini, saya merasa salut dengan kiprah Bu Kanjeng,
meski usianya sudah tidak muda lagi
namun, masih tetap semangat dalam
menulis. Dan saya melihat Ibu Kanjeng produktif sekali dalam menulis di blog.
Saya melihat beliau membawakan materi, terlihat bahwa menulis itu tidak terlalu
sulit dan menakutkan sekali seperti yang saya bayangkan.
Bu Kanjeng merasa
bersyukur sekali karena apa yang menjadi niat Omjay mengajak guru untuk bisa
menulis dan menerbitkan buku itu berhasil. Beliau merasa dimudahkan Allah untuk
bisa berbagi , bersilaturahmi dan berkolaborasi dengan Bapak/Ibu yang baru
tergugah hatinya untuk berliterasi.
Kemudian mimpinya bisa
terwujud menjadi penulis PAKnya lancar dan menjadikan membaca dan menulis
menjadi gaya hidupnya. Menurut Bu
kanjeng banyak ide yang bisa kita kembangkan jadi tulisan. Banyak tips-tips
yang diberikan, diantaranya :
Beberapa tips menurut
Ibu Aam Nurhasanah, diantaranya :
*Tips
Menulis :
Langkah-langkah yang
dapat dilakukan untuk menjadi seorang penulis, di antaranya :
1. Banyak membaca. Apa
yang kita baca sangat menentukan gaya kepenulisan kita.
2. Mencoba menulis di
komputer Anda, buku harian Anda, ataupun di media sosial seperti facebook, dan
juga blog. Semakin banyak kita menulis
maka kita akan semakin mengasah kemampuan kita untuk menulis.
3. Mengirimkan tulisan
ke media cetak atau ke penerbit buku.
4. Teruslah menulis, jika naskah anda ditolak atau sudah pernah
diterbitkan, teruslah menulis.Kembangkan terus kemampuan dan perbanyak
karya-karya Anda.
*Tips Mencari Ide :
Menurut Bu Kanjeng ide
adalah hal penting dalam berkarya. Untuk membuat sebuah tulisan membutuhkan
ide. Berikut adalah beberapa tips mencari ide, di antaranya :
1. Bacalah sebanyak
mungkin buku.
2. Refreshing. Pergi ke
tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi untuk menyegarkan otak Anda dari rutinitas
sekari-hari.
3. Tulisah apa yang bisa
Anda tulis. Jika belum mendapatkan ide, cobalah terus.
4. Carilah referensi
dari berbagai media.
5. Anda juga bisa
menggunakan cara ATM (amati, tiru, modifikasi).
*Cara
Mengirim Naskah ke Penerbit dan Hal Yang Harus Diperhatikan
Diterbitkan oleh
penerbit tentu merupakan hal yang paling diinginkan bagi para penulis. Sebelum Anda
mengirimkan naskah ke penerbit, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
1. Siapkan naskah yang
rapi.
2. Pilih penerbit yang
sesuai dengan jenis naskah Anda.
3. Perhatikan tata cara
pengiriman dan ketentuan mengirim naskah ke penerbit yang bersangkutan. Misal, ada penerbit yang hanya menerima naskah
dalam bentuk cetak, ada pula penerbit yang menerima naskah dalam bentuk file
lewat email. Dalam ketentuan pun biasanya penerbit berbeda-beda. Misalkan untuk
penerbit tertentu mensyaratkan naskah 10-15 halaman, kemudian ketentuan margin,
dan ketentuan lain sebagainya.
4. Kirimkan naskah
beserta sinopsis dan biodata penulis. Jika perlu kirim pula proposal untuk
meyakinkan penerbit yang bersangkutan.
Berikut
ini tips menulis dan cara menerbitkan buku menurut Ibu Dra. Sri Sugiastuti,
M.Pd., antara ainnya:
1.Tips
Menjadi Penulis :
*Banyak membaca. Penulis
membutuhkan ide atau gagasan, dan ide atau gagasan itu banyak kita dapatkan
dari membaca. Mencoba menulis. Tuliskan saja apa yang ingin kita tuliskan,
bahkan ketika kita tidak punya ide sama sekali pun bisa menulis cerita bahwa
kita sedang tidak punya ide.
2.Tips
Disiplin Menulis :
*Buat kerangka tulisan.
Hal ini perlu agar tulisan memiliki arah dan target. Buat target berupa ; Kapan
Anda akan menyelesaikan tulisan Anda. Jika perlu buat tabelnya berapa halaman
per hari. Fokus pada target yang kita buat, jangan tergoda oleh godaan-godaan yang membuat
Anda menunda menyelesaikan tulisan kita.
3.Tips
Memilih Judul yang Menarik:
*Sesuaikan dengan tema
tulisan. Sebelum membuat judul yang menarik, buatlah judul tersebut sesuai
dengan tema tulisan, atau memiliki konsep terhadap isi tulisan. Buat judul
dengan kata yang mudah diingat. Judul haruslah mudah diingat. Buat orang
penasaran. Karena Judul yang mampu membuat orang penasaran untuk membacanya
biasanya cukup menarik orang untuk membeli buku tersebut.
4.Tips
Mencari Ide :
*Bacalah buku sebanyak
mungkin. Dengan membaca akan membantu menemukan ide. Lakukan juga refreshing
dan pergi ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi untuk merefresh otak Anda dari rutinitas. Siapa tahu
Anda mendapatkan ide tulisan apa yang
bisa Anda tulis. Cari referensi dari
berbagai media. Kita juga dapat mencari ide dari media, apalagi saat ini
teknologi informasi sudah sedemikian pesatnya. Kita bisa mencari di internet.
Kita juga bisa
menggunakan cara ATM (amati, tiru, modifikasi).
5.Tips
Menulis Cepat :
*Pikirkanlah ide tulisan
yang akan kita buat. Lalu segera tuliskan. Anda juga bisa buat kerangka
karangan terlebih dahulu agar lebih terarah. Teruslah mengetik berdasarkan ide
yang Anda miliki. Jangan lihat ke belakang apa yang telah kita ketik. Abaikan
saja jika ada yang kesalahan, baik dari segi struktur bahasa maupun ide.
6.Tips
Memenangkan Lomba :
*Pastikan kita memahami
dan melaksanakan aturan dan syarat-syarat lomba. Anda bisa mencari beberapa
referensi yang berkaitan dengan tema lomba tersebut setelah kita selesai menulis,
baca ulang beberapa kali. Perbaiki yang salah atau yang kurang enak dibaca. Meminta
penilaian teman atau saudara. Setelah selesai mengirimkan naskah, berdoalah. Jika
kita gagal, evaluasilah. Teruslah mencoba. Karena setiap orang yang berhasil
sesungguhnya telah mengalami setumpuk kegagalan.
7.Langkah-langkah
Menulis Buku :
*Tentukan terlebih dahulu
apa jenis buku yang kita buat. Apakah berupa novel, esai, ilmu pengetahuan, kumpulan cerpen atau apa. Tentukan
tema, misalkan kita telah menentukan jenis buku yang kita akan tulis. Misalkan
Anda ingin menulis Novel. Setelah itu kita tentukan tema novel tersebut apa.
Apakah temanya romantik, inspiratif, ilmiah, atau apa. Buat kerangka buku. Jika
kita memilih novel, tentukan kerangka ceritanya seperti apa. Hal ini bisa kita
tulis atau cukup kita pikirkan
8.Tips
dan Cara Mengirim Tulisan ke Media :
Buat tulisan yang
menarik. Pilih tulisan yang sesuai temanya dengan waktu aktual dan banyak
dibutuhkan. Sesuaikan dengan media masa yang kita kirimkan. Jangan kirimkan ke
banyak media masa sekaligus.
9.Membuat
Pembaca Penasaran
Kalau kamu nonton acara
news atau takshow, coba perhatikan saat hendak jeda iklan, pembawa acara
biasanya melontarkan pertanyaan terebih dahulu pada narasumber yang belum
sempat dijawab narasumber.
Tujuannnya apa? Agar
penonton penasaran dan tidak pindah chanel. Dalam dunia buku, pembaca mungkin
juga akan berhenti membaca sebuah buku ketika ia merasa bosan pada bab-bab
tertentu.
10.Manfaatkan
Mengikuti Even-Even. Ini akan mengasah otak untuk mencari
ide. Melatih disiplin menulis dan memperbanyak pengalaman menulis. Mengenal
penulis-penulis lain dan memungkinkan mendapatkan hadiah.
11.Cara
Mengirim Naskah ke Penerbit dan Hal yang Harus Diperhatikan.
Siapkan naskah yang sudah rapi. Pilih penerbit yang sesuai dengan jenis naskah
yang kita miiki. Perhatikan tata cara pengiriman dan ketentuannya. Misal, ada
penerbit yang hanya menerima naskah daam bentuk cetak, ada pua penerbit yang
menerima naskah dalam bentuk file lewat email. Kirimkan naskah beserta sinopsisnya
dan biodata penulis. Jangan mengirimkan naskah keberapa penerbit sekaligus.
12.Hal
Yang Dipertimbangkan Penerbit dalam Menerima Naskah,
adanya kesesuaian dengan penerbit. Misalkan, penerbit yang menerbitkan naskah islami
tentu akan menolak naskah yang tidak sesuai. Kualitas naskah tentu menjadi
faktor terbesar dalam penilaian.
13.
Waktu yang Tepat untuk Menulis. Biasanya saat
senggang atau sedang menunggu. Bisa juga malam hari sebelum tidur. Sebagian ada
juga yang pada pagi hari setelah subuh. Anda pun bisa memanfaatkan waktu tenang
untuk menulis. Apalagi kondisi masih fresh. Saat ada ide karena ini yang paling
penting
14.
Banyak Cara Menerbitkan Buku dan Jadi Penulis. Banyak orang
yang ingin jadi penulis sukses. Penulis besar pun berjuang untuk menerbitkan
bukunya. Sebagai contoh misalnya, J.K Rowling dengan karyanya yaitu Harry
Potter, ternyata awalnya tak mudah untuk menerbitkan naskah yang ia tulis.
Naskah tersebut sempat ditolak 12 penerbit sebelum akhirnya diterbitkan dan
sukses menjadi buku paling laris yang membuatnya kaya raya.
15.
Di Belakang Buku. Setelah calon pembaca melihat judul
dan cover, mereka akan mencari informasi tentang buku yang membuat mereka mulai
tertarik. Setelah melihat bagian depan, mereka akan melihat bagian belakang. Biasanya
di bagian belakang ada sinopsis tentang buku tersebut untuk menginformasikan
calon pembaca tentang isi buku itu.
16.Yang Perlu Dilakukan Penulis Setelah Bukunya Terbit. Ini sangat
penting. Penulis harus membantu mempromosikan bukunya karena tidak ada jaminan
bahwa buku tersebut laris di pasaran. Perbaiki naskah buku tersebut jika ada
kritik dari pembaca. agar di cetakan berikutnya bukunya lebih baik lagi. Terus
berkarya walaupun namanya telah melambung dan telah mendapatkan royalti yang
melimpah sekalipun.
17. Jalan untuk Jadi Penulis Sukses.
Mungkin ada di antara Anda yang telah menulis selama bertahun-tahun, tapi
naskah Anda selalu ditolak penerbit. Jangan buru-buru membuang naskah Anda,
karena penulis sukses pun awalnya mengalami penolakan. J.K Rowling pun awalnya
naskahnya ditolak 12 kali, begitu pun penulis lainnya. Naskah ditolak, Anda
setidaknya punya 2 pilihan : mau terus berjuang, atau berhenti.
Jika terus berjuang,
akan ada 2 pilihan lagi: mau terus mengirimkan ke penerbit mayor, atau diterbitkan
secara self publishing. Mereka mampu menjual karyanya tanpa melalui toko buku
konvensional. Di sisi lain, banyak juga penulis Indonesia yang awalnya
menerbitkan buku secara indie/self publishing, lalu kemudian karena karyanya
potensial, akhirnya diterbitkan oleh penerbit besar dan laris.
Jadi, sebenarnya ada
banyak jalan untuk menjadi penulis sukses. Yang terpenting adalah teruslah
melangkah dan jangan berhenti. Jadikan menulis sebagai kebutuhan bukan
kewajiban.
Di penghujung acara Ibu
Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd., memberikan kesimpulan, bahwa menulis itu adalah
suatu keterampilan, bukan bakat. Jadi latihlah, tulislah berbagai ide yang
berserak di sekitar kita. Jadikan menulis dan membaca sebagai gaya hidup.
Membaca yang selektif dengan kacamata yang utuh.
Beristiqamahlah dalam
menulis. Biarkan tulisan menemui takdirnya. Jangan risau, tetaplah menulis dan belajar mengupgrade diri agar naik
kelas. Menulislah apa yang disukai dan dikuasai.
Alhamdulillah setelah
mengikuti kegiatan beajar menulis dari perkuliahan yang pertama (1) ini, saya
merasa mendapatkan semangat baru untuk belajar menulis. Ternyata menulis itu
tidaklah sesuit yang saya bayangkan dan menakutkan.
Kita harus berlatih
menulis dan terus mengupgrade diri. Kita tidak boleh takut apa yang akan terjadi
tentang tulisan kita. Kendala dalam menulis dan menerbitkan buku pasti ada,
tapi semoga kita dapat melalui semua prosesnya dengan indah. Aamiin.
Semangat menulis, yakin
pasti bisa.
SELESAI
Comments
Post a Comment